Cara Membantu Supir Angkot

Sejak kredit motor mudah dan murah dengan DP murah pula (walaupun bulan Juni nanti DP motor naik jadi minimal 25%), supir angkot jadi lebih merana. Selain sewa (penumpang) jadi lebih sedikit, jalanan juga jadi lebih macet. Saking sepinya penumpang, kadang-kadang naik angkot jadi seperti naik ojek, 1 rit isinya cuma kita sendiri. Kasihan kan? Silakan yang punya motor boleh sepuasnya me-negasi tulisan ini dengan argumen-argumennya, tapi saya lebih memihak supir angkot. Lagipula naik angkot lebih go green. Satu liter bensin di angkot bisa untuk rame-rame, 1 liter bensin di motor matic cuma untuk 2 orang maksimal.

Menolong secara langsung supir angkot yang hidupnya pas-pasan itu mudah. Dengan sedikit gesture tangan kita bisa menolong supir angkot.

Maksudnya?

Jika kita berjalan ke arah jalan utama dimana angkot berada, biasanya si supir akan menunggu di ujung jalan atau gang dan berharap kita menumpang di angkotnya. Untuk memudahkan si supir sebaiknya jika memang kita tidak ingin menggunakan angkot tersebut, lambaikan saja tangan anda untuk menolak. It’s okay, si supir juga akan segera pergi dan penumpang lainnya tidak terganggu karena menunggu anda.

Dan jika kita memang berniat menumpang angkot tersebut, panggilah (bisa dengan menepuk tangan atau isyarat panggilan dengan lambaian tangan). Jika kita tidak sedang sakit pada kaki atau tubuh kita sedang fit, bergegaslah atau berlarilah sedikit. Namun kalaupun kita sedang tidak sehat dan tidak mungkin bergegas, jangan kuatir, si supir pasti akan menunggu karena bagi para supir angkot, 1 sewa (penumpang) itu amat berarti.

Dan yang paling penting sama orang-orang kecil seperti supir angkot, jangan hitung-hitungan. Jika ongkos 3000 dan uangnya 4000, by all means, ikhlasin aja yang seribu. Seribu rupiah tidak signifikan buat kita yang kehidupannya lebih beruntung dari mereka.

Dan seandainya angkot sedang kosong, cobalah duduk di depan disamping supir dan ngobrol dengan mereka, jika anda merokok atau sedang ngemil tawari mereka. Just enjoy the ride. Mereka pasti senang dihargai walaupun oleh hal-hal kecil seperti itu. Berikan sedikit oasis bagi para supir angkot di beratnya kehidupan ibukota dengan seulas senyum di wajah anda dan sebatang rokok ketengan dari kantung anda.

Kita cuma berharap ke pemerintah yang baik hatinya untuk melakukan pembenahan transportasi umum sehingga supir-supir yang berani itu bisa lebih sejahtera.

Nasib Supir Angkot

Pulang dari kampus saya naik angkota K22 kemudian nyambung lagi dengan 02 jurusan Kalimalang – Rawamangun. Waktu itu jam 8 kurang 10 menit. Karena kosong, saya langsung naik di depan. Soalnya di belakang nggak ada temen ngobrol. Angkot itu super kosong, cuma saya dan supirnya yang sudah tua dan kelihatan sangat lelah.

Karena kosong, saya tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Pertanyaan retorikal dan basa-basi sebetulnya. “Sepi banget sewa bang?”. Si Abang hanya mengiyakan pasrah dan berkata bahwa sudah setahun belakangan ini angkotnya tidak pernah seramai dulu. Menurut si Abang, Rp. 20,000 dari Kalimalang ke Rawamangun saja sudah prestasi besar.

Tidak lama kemudian, si Abang ngetem. Saya cuma tersenyum getir ketika si Abang meminta maaf karena membuat saya, sang penumpang satu-satunya menunggu. Dia bilang, tidak mungkin saya membawa hanya satu penumpang ke Rawamangun. Ongkos sewa tidak sepadan dengan pengeluaran bensinnya. Lagi-lagi saya hanya tersenyum sambil berkata bahwa tidak apa-apa saya menunggu sebentar.

Baca lebih lanjut