Home Sweet Home Part 3

Sambil tetap memegang handycam, secara naluri aku merapat ke sudut terdekat. Entah kenapa sudut rak display elektronik ini terasa nyaman. Suara klik pertanda kaset mini DV selesai di rewind membuatku tersentak dari lamunan.
Jari-jari tanganku yang berkeringat karena tegang menekan tombol play di flip LCD handycam. Suara handycam kembali memecah kesunyian.
Baca lebih lanjut

Iklan

Home Sweet Home Part 2

Tanpa pikir panjang, aku langsung masuk melalui pintu utama. Walaupun gelap dan dengan cahaya seadanya, aku tahu di sekitarku berantakan. Keranjang-keranjang belanja warna biru dan merah berserakan di sana-sini. Troli-troli berisi barang belanjaan juga banyak bertebaran, terguling, rodanya rusak dan pegangannya patah. Para pengunjung kelihatannya terburu-buru meninggalkan troli mereka.
Baca lebih lanjut

Home Sweet Home Part 1

Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba mendapatkan diriku terbangun di antara tumpukan pakaian-pakaian ini. Kepalaku pusing, berarti mungkin aku pingsan karena terbentur sesuatu atau ada yang memukulku dari belakang. Yang jelas ruangan ini gelap gulita. Ada sedikit cahaya kedip-kedip di depan sana, mengingatkanku akan kebiasaan burukku berkunjung ke club tiap akhir pekan. Mungkin itu juga yang membuatku merasa sudah terbiasa dengan perasaan pusing ini. Alkohol dan terbentur kurang lebih sama.
Baca lebih lanjut