Memori Ojek Pangkalan dan Monopoli Gojek

An interesting point of view regarding Gojek.

www.go-jek.com http://www.go-jek.com

Kalau Jakarta mau jadi metropolitan yang sebenarnya, Gojek harus memonopoli semua pangkalan ojek. Harus profesional, teratur, terstruktur dan meminimalisir hubungan negosiasi antara tukang ojek (yang disebut driver (supir) oleh Gojek, padahal harusnya Rider (pengendara) karena motor tidak disetir tapi dikendarai)). Akan ada kepastian harga, kepastian keselamatan (asuransi) dan tidak ada ruang main-main atau dipermainkan. Apakah kita mau? Jangan bilang mau begitu saja, itu artinya gampang digodain setan. Coba saya bantu anda dengan memori saya tentang ‘institusi lokal’ yang hendak dibantai modernisme ini.

Anggap saja namanya pak Adi (bukan nama sebenarnya). Dia tukang ojek langganan saya dari Depok-Cilandak waktu saya masih tinggal di Margonda dan bekerja di sebuah sekolah national plus tahun 2009-2011. Pak Adi ini sarjana muda dan kuliah di kampus yang sama dan jurusan yang sama seperti bapak saya. Kalau saya ngobrol sama dia, saya jadi ingat pada bapak saya.

Ada lagi Mamat (juga bukan nama sebenarnya). Dia tukang…

Lihat pos aslinya 1.131 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s