Smart Phone Merk Buah Hitam Yang Sudah tidak Manis Lagi

Blackberry, telepon cerdas yang sepertinya baru kemarin bersinar dan jadi sesuatu yang hipster, keren, trendy, mengkilat, dan tidak bau pasar lelang ikan,  sekarang ini sedang memasuki masa-masa sulit dan cenderung bau amis. Kenapa bisa begitu? Susah juga jelasinnya, tapi kalau bisa digambarin begini:
Blackberry Curve
Anggap saja berikut ini adalah contoh dari gaya menulis status di facebook menggunakan dummy text.

Update status tahun 2007
The quick brown fox jumps over the lazy dog.
via: Blackberry

Update status tahun 2008
the quick brown fox jumps over the lazy dog. (perhatikan huruf t jadi kecil)
via: Blackberry

Update status tahun 2009
ThE QuiCK brOWN foX juMPs OveR tHE laZY DOg. (mulai annoying)
via: Blackberry

Update status tahun 2010
tH3 Qu1cK bR0wn f0X jumP5 0v3R th3 L4zY D06. (unbelievable)
via: Blackberry

Update status tahun 2011
Rub4H c0kl4T l1nc4H n63l0nc4t1n 4nj1N6 M4l45. (bahasa sama sekali berubah)
via: Blackberry

Maksudnya paham kan? Seiring waktu, Blackberry semakin murah dan tentu saja semakin banyak yang bisa membelinya dan pasar menjadi semakin luas. Yang tadinya penggunanya terbatas pada professional dan orang-orang yang punya penghasilan lebih, sekarang office boy pun juga menggunakan Blackberry.

Tidak seperti fashion, barang-barang teknologi memang sulit terhindari dari hal semacam itu karena sifatnya yang mudah outdated atau kuno. Apalagi RIM juga baru-baru ini gagal menjual Playbooknya.

Akhirnya untuk menjaga kehipsteran dan ke-sophisticated-annya, banyak orang yang lebih berdaya beli beralih ke iPhone. Tapi saya yakin, teknologi akan semakin murah dan iPhone juga bernasib sama dengan Blackberry jika membanting harga hingga pecah.

Tapi kemudian ada juga Smart Phone berbasis Android yang tidak malu-malu menjualnya dengan harga murah. The smartphone market really a difficult thing to comprehend.

Jadi kalau bisa dipetakan pengguna Smartphone sekarang ini kira-kira begini (jangan marah ya, kan cuma becanda).

Blackberry:

  • Pedagang online yang membutuhkan push mail.
  • Rookie housewife (newlywed) yang bosan ditinggal lakinya.
  • Mediocre hipster yang pake paket gaul supaya bisa exist di jejaring social.
  • Pengguna di bawah 30 tahun who abusely use alt keys to get an 4l4y effects.

iPhone:

  • Pekerja seni yang lumayan sukses.
  • Mantan pengguna Blackberry yang merasa Blackberry sudah pasaran.
  • Professional at some hotshot company.
  • Rookie husband yang membeli iPhone sebelum menikah karena takut dilarang istrinya.
  • High profile hipster who loves Instagram more than his/her own spouse.

Android based Smartphone:

  • Definitely not a hipster and not a rookie husband/wife.
  • Orang-orang yang single dan tidak terkenal di kantor atau kampus/sekolah.
  • Lonely, handsome programmer who thinks Android is way better than any other Smartphone (but it’s true, man).
  • Pembenci iPhone dan mantan pengguna Blackberry yang kesal karena menjual BB 2nd nya dengan harga murah.

Nokia (what about Nokia? this legen… wait for it.. dary phone have unique user based):

  • Orang tua yang cucunya kira-kira kelas 5-6 SD.
  • Wali murid yang rajin membayar iuran sekolah.
  • Guru lama yang cukup puas dengan sms dan telepon.
  • Orang-orang gaptek yang sulit menggunakan QWERTY (qwerty illiteracy).
  • Tukang sate yang tangan kanannya mengipasi sate dan tangan kirinya texting ke pacarnya di kampung.
  • Basically, the rest of the world.

Tapi pada akhirnya, telepon-telepon buatan Cina lah yang menang. Cheap, light, comfortable, if stolen you won’t give a damn, if broken you can just buy a new one. God creates the world and the rest was made in china.

7 thoughts on “Smart Phone Merk Buah Hitam Yang Sudah tidak Manis Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s