Moving Your WordPress Powered Site with WP Super Cache Installed

Ah, kedengarannya simple. Tapi tidak semudah itu. Kita semua tahu WP Super cache menyimpan hasil olahan php ke dalam file atau disebut cache. Jadi tamu-tamu yang mengunjungi kita membaca cache bukan menyuruh PHP merender ulang ke HTML, jadi pemakaian CPU dan memori lebih irit.

Nah tapi ketika memindahkan (migrasi) dari server A ke server B ada beberapa check list yang perlu diingat.

  1. Hapus advanced-cache.php dan wp-cache-config.php dari /wp-content/ tenang saja nanti Wp-super-cache akan men-generate yang baru. Kedua file tersebut dihapus dan digenerate yang baru supaya referensi directorynya terupdate.
  2. Pastikan .htaccess di root directory sudah sesuai dengan referensi directory yang baru, jika belum, bisa di generate secara otomatis oleh WP-super-cache atau mengkopi pastenya secara manual melalui ftp atau mekanisme peletakan file lainnya.
  3. Setelah semua selesai, pastikan untuk mengembalikan file permission seperti sedia kala supaya aman.

Okay, all set, cache nya akan kembali berfungsi seperti sedia kala. Asoi kan? Kalo nggak tahu maksud tulisan ini ya tidak apa-apa, saya biasanya menulis untuk diri sendiri sebagai pengingat saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s