Go Green yang Tidak Sombong

Go green berarti maksudnya ayo hijau atau berarti melestarikan lingkungan dan alam dengan tidak melakukan hal-hal yang negatif seperti membuang sampah sembarangan dan menggalakkan hal-hal yang positif seperti menanam tanaman (pastinya hijau warnanya).

Berarti kita semua tahu kan mengirit listrik juga go green? Malah waktu itu ada sebuah event yang amat eksklusif supaya kita mematikan listrik selama 1 jam. Event yang bagus dan berhasil mengurangi pemakaian bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Tahu juga kan? bahan bakar yang biasa dipakai itu adalah fossil fuel yang tidak dapat diperbarui. Bahan bakar jenis itu juga menimbulkan polusi yang uhuk uhuk.

Tapi manusia itu (termasuk saya) adalah spesies yang membingungkan. Teknologi memudahkan kehidupan manusia seperti misalnya mobil, motor, pesawat dan komputer. Tapi semua pabrik yang dimaksud menghasilkan polusi yang super signifikan terhadap kehidupan di planet bumi ini. Manusia juga menyadari polusi yang ditimbulkan dari perbuatannya sendiri dan mulai menyerukan kampanye ayo hijau. Seakan-akan ingin menebus dosa, perusahaan-perusahaan pencipta asap dan limbah berbahaya itu juga ramai-ramai secara sistematis menempeli produknya dengan simbol-simbol hijau.

Kemudian media juga beramai-ramai menyerukan go green lengkap dengan concertnya. Ya, kali ini bertajuk Global Warming (Warming ya bukan Warning). Konser yang dimeriahkan puluhan artis ternama dunia itu maksudnya sih untuk menyadarkan kita bahwa melestarikan alam itu penting supaya tidak jadi panas yang global, kata salah satu artis. Tapi konser itu tentunya tidak murah kan? Berapa jumlah listrik yang habis dipakai dan sumber daya yang harus dihabiskan untuk mengadakan konser hebat semacam itu? Ah saya tidak bisa membayangkannya. Lagi-lagi fossil fuel kan yang harus dipakai? Yah begitulah dunia bekerja.

Menurut saya sih yang namanya go green itu tidak cuma simbol-simbol saja dan menulis status di facebook dan twitter atau membuat fan page dan mempromosikannya. Atau bahkan membuat website. Bukan juga membuat konser. Go green juga tidak hanya

  1. Tidak ganti-ganti handphone
  2. Tidak membuang sampah sembarangan
  3. Tidak membuang-buang air
  4. Memanfaatkan limbah untuk didaur ulang
  5. Makan secukupnya
  6. Tidak boros
  7. Sering berjalan kaki daripada naik kendaraan bermotor

Tapi go green lebih dari itu. Go green seharusnya menjadi cara hidup dan tujuan hidup dan harus sangat menyatu dan terpadu.

One thought on “Go Green yang Tidak Sombong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s