Gadgets and Divorce

Blackberry di Indonesia mendorong pertumbuhan internet dan gadget-gadget copycat sejenis. Koneksi internet jadi mudah dan fleksibel serta tidak bernuansa technical karena berselancar bukan via komputer di desktop/laptop melainkan dengan sebuah alat mungil lucu dan seksi.

Gadget-gadget mungil itu walaupun tampaknya tidak berbahaya dan innocent, ternyata menyimpan potensi yang luar biasa kejamnya. Sambil mengeluarkan suara-suara lucu dan cahaya soft dari LCD mungilnya, Blackberry tersenyum kejam menjebak suami, istri, tunangan untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Online 24 jam 7 hari dikurangi masa maintenance, membuat pemilik gadgets bisa bebas berkomunikasi dengan siapa saja kapan saja dengan sangat private. Sang istri yang ditinggal suami mencari nafkah, ketika bosan bisa berkirim pesan dengan teman pria lamanya via facebook dan di follow up via chatting di Yahoo Messenger. Begitu juga sang suami, dengan mudah menyimpan daftar “simpanannya” di sebuah alat mungil yang tidak bersalah itu.

Oh tidak, saya tidak selingkuh kok, saya cuma bersilaturahmi dengan teman lama.

Kalau istri saya tidak tahu sih, ya tidak apa-apa kan? Yang penting tidak berhubungan dengan orang lain.

Ya ya ya, begitulah. “Gadgets Flirting” di zaman sekarang adalah hal yang lumrah walaupun sudah berkeluarga. Banyak dari mereka tidak menyadari, flirting membuka kesempatan yang sangat baik untuk berlanjut ke tingkat selingkuh yang lebih berat.

One thought on “Gadgets and Divorce

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s