
Typing with touch screen is annoying. I prefer real keyboard.

Typing with touch screen is annoying. I prefer real keyboard.
Begitu banyak file-file lucu dan kadang-kadang saru yang ingin saya bawa-bawa kemana-mana di device android saya. Tapi saya males colok-colok, soalnya USB nya dibelakang dan CPU nya gede pisan, maklum komputer tua.
Jadi saya punya dua desktop PC yang saling terhubung dan sebuah wireless access point untuk device-device wireless termasuk android saya, serrr… Caranya gampang, pergi dulu ke pasar android (android market), terus cari apps yang namanya AndSMB, bukan Andi orang Makasar yak. Continue reading
Menurut anda dengan log out dari Facebook, si jejaring sosial raksasa itu tidak bisa lagi melacak aktivias online anda lagi? Ini lebih parah dari rekan anda mengisengi anda dengan mengupdate status homo di account anda.
Continue reading
Jangan marah lagi ya, ini kan cuma becanda. Saya suka bakso jadinya sekali-kali belain bakso saya, maksudnya tukang bakso.
Continue reading
Blackberry, telepon cerdas yang sepertinya baru kemarin bersinar dan jadi sesuatu yang hipster, keren, trendy, mengkilat, dan tidak bau pasar lelang ikan, sekarang ini sedang memasuki masa-masa sulit dan cenderung bau amis. Kenapa bisa begitu? Susah juga jelasinnya, tapi kalau bisa digambarin begini:
Continue reading

Resident Evil 5 Game Poster
Seri terbaru genre survival horror dari Capcom ini sebetulnya sudah lama keluar. Tahun 2009. Tapi karena komputer saya yang baru-baru ini diupgrade, akhirnya baru tahun 2011 bisa saya coba. Game ini penuh dengan ketegangan baru dengan resep gameplay yang lebih baik.
Story:
Continue reading
Ah, kalau seandainya macet di Jakarta cuma gara-gara si Komo lewat solusinya sih gampang, cukup tembak kepala si boneka cengengesan itu hingga berhamburan pasti lancar lagi deh Jakarta. Tapi walaupun solusinya memang tidak semudah itu, masalahnya juga nggak rumit-rumit amat sebenernya. Cuma penyakit Pemerintah Kota Jakarta aja pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Moto mereka: “kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah?”
Macet di Jakarta sudah diluar batas nalar dan kesabaran manusia biasa seperti saya ini. Saya memang jarang bepergian tapi masa saya mau naik sepeda pagi-pagi sambil cari bubur ayam jalanannya dah super macet, stop, berhenti, mandeg, sampai-sampai sepeda motor bisa di standar dua dan pengemudinya yang lucu-lucu itu sempat berdandan via kaca spionnya.
Jalan kurang dari 4 km biasa ditempuh santai 10-15 menit, tiba-tiba jadi 1 jam lebih. Padahal naik motor. Saya nggak akan berusaha menganalisa kenapa macet itu terjadi. Itu bukan tugas saya. Tugas saya cuma misuh-misuh di media bebas ini saja. Yang jelas masalahnya sederhana, banyakan kendaraan daripada jalannya.